<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<rss>
<channel>
<title>Indonesian Holistic Health Center : News</title>
<link>http://holisticindonesia.com/rss.xml</link>
<description>Info terbaru dari Indonesian Holistic Health Center</description>
<language>id</language>
<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 22:25</pubDate>
<lastBuildDate>Wed, 22 Feb 2012 22:25</lastBuildDate>
<docs>http://holisticindonesia.com/</docs>
<managingEditor>cdesign@cdesign.web.id</managingEditor>
<webMaster>cdesign.web.id</webMaster>

<item>
<title>24 Sep 2011 - Jantung Di Luar Tubuh Bayi Siti Arrahma Sulit Dimasukkan Lagi</title>
<link>http://holisticindonesia.com/detail-berita/43/jantung-di-luar-tubuh-bayi-siti-arrahma-sulit-dimasukkan-lagi</link>
<description>Rangkaian operasi untuk menyembuhkan Siti Arrahma, bayi asal Riau yang memiliki jantung di luar tubuh telah dimulai. Peluangnya memang tidak terlalu besar, sebab tidak mudah memasukkan kembali jantung bayi malang ini ke dalam rongga dada. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua tim dokter yang menangani bayi Siti, dr Rudy Firmansyah, SpA memperkirakan salah satu kesulitannya adalah kapasitas rongga dada terbatas. Normalnya ada 3 kompartemen atau ruangan untuk 2 paru dan 1 jantung, namun pada Siti kompartemen jantung terlalu lama dikosongkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kalau dibiarkan kosong, maka paru-parunya akan ekspansi dan menempati rongga jantung tersebut. Kalau sudah demikian, sulit memasukkan jantungnya,&quot; ungkap dr Rudy seusai jumpa pers di RSAB Harapan Kita Jakarta, Rabu (21/9/2011). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahapan untuk memasukkan kembali jantung Siti ke dalam rongga dada memang masih jauh. Sebab hal pertama yang akan dilakukan tim dokter adalah memperbaiki dulu kelainan-kelainan pada jantung Siti. Selain letaknya di luar tubuh, jantung bayi malang ini juga memiliki masalah lain yang kompleks. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal pertama yang akan dilakukan Tim dokter adalah menutup jantung yang ada di luar tubuh bayi Siti Arrahma dengan memasang selaput atau kulit jantung buatan dari jaringan sapi. Jantung di kulit dada bayi itu harus ditutup untuk menghindari infeksi dan agar tidak mudah tersentuh. Jika jantung tersebut tersentuh maka denyut akan terganggu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jantung dari anak pasangan Khairuddin-Diana ini memiliki kelainan bawaan berupa ventricular septal defect atau lubang pada sekat jantungnya. Bukan itu saja, bayi Siti juga masih memiliki masalah jantung lainnya seperti tetralogy of fallot, bahkan termasuk komplikasi pada paru-paru. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski harapannya relatif kecil, tim dokter gabungan dari RSAB dan RS Jantung Harapan Kita akan mengupayakan yang terbaik. Terbukti dengan banyaknya ahli yang dilibatkan antara lain ahli neonatologi, ahli jantung, ahli jantung anak, ahli anestesi, ahli bedah plastik dan perawat yang terkait. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pentingnya pemeriksaan semasa hamil &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi jantung bayi di luar tubuh sebenarnya bisa dideteksi sejak ibu hamil, namun hal tersebut tidak terjadi pada ibu si bayi karena kurangnya perawatan antenatal (sebelum kelahiran) atau semasa hamil. Bayi Siti dilahirkan dengan bantuan dukun beranak, sehingga kemungkinan besar orangtuanya tidak pernah memeriksakan kehamilan ke dokter. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seandainya diperiksa, berbagai kelainan pada janin bisa terdeteksi dengan Ultra Sonografi (USG) sejak usia kehamilan 16-22 minggu. Jika terdeteksi, maka penanganannya bisa dilakukan lebih cepat sehingga peluang keberhasilannya juga akan semakin besar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sekecil apapun selalu ada harapan. Kalaupun ketahuan lewat USG, janinnya juga tidak lantas digugurkan. Kondisi seperti ini tidak termasuk kelainan yang masuk kategori perlu digugurkan,&quot; pungkas dr Rudy. &lt;br /&gt;
(up/ir) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : detikom&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</description>
<category>Uncategorized</category>
<pubDate>Saturday 24 2011 17:19:11</pubDate>
</item>

<item>
<title>24 Sep 2011 - Jantung Di Luar Tubuh Bayi Siti Arrahma Mulai Dioperasi</title>
<link>http://holisticindonesia.com/detail-berita/42/jantung-di-luar-tubuh-bayi-siti-arrahma-mulai-dioperasi</link>
<description>Bayi asal Riau, Siti Arrahma yang terlahir dengan jantung berada di luar tubuh menjalani operasi pertama di Rumah Sakit Anak Bunda (RSAB) Harapan Kita Jakarta. Pada tahap pertama, operasi dilakukan untuk memasang selaput atau kulit jantung buatan dari jaringan sapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selaput sintetis yang akan dipakai untuk membungkus jantung siti diupayakan memakai pericardium atau jaringan dari kulit sapi. Namun jika dalam operasi yang tengah berlangsung saat ini nantinya tidak memungkinkan untuk memasang pericardium sapi, selaput itu akan dibuat dari bahan lain yang steril.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Nanti kita lihat dulu, kalau bisa ya pakai pericardium sapi. Tapi kalau tidak ya asal ketutup saja dulu,&quot; ungkap spesialis bedah jantung yang menangani Siti, dr Tri Wisesa dalam jumpa pers di RSAB Harapan Kita, Slipi, Jakarta, Rabu (21/9/2011).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikatakan oleh dr Tri, kondisi yang dialami Siti sangat kompleks sehingga operasinya harus dilakukan secara bertahap. Setelah jantungnya tertutup, operasi selanjutnya adalah memperbaiki kelainan pada jantungnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan pemeriksaan, Siti juga memiliki beberapa kelainan selain letak jantungnya yang ada di luar. Di dalam jantungnya sendiri terdapat kelainan ventricle septal deffect, yakni kelainan bawaan yang membuat sekat jantungnya tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai biayanya, Dinas Kesehatan Pekanbaru telah menyatakan kesediaannya untuk membantu operasi Siti. Dengan didukung juga oleh rumah sakit dan pemerintah pusat, dipastikan orangtua siti tidak perlu menanggung biaya apapun lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu ketua tim dokter yang menangani bayi Siti yakni dr Rudy Firmansyah mengatakan sebenarnya kelainan semacam ini bisa dideteksi sejak dalam kandungan. Namun karena orangtua Siti tidak memeriksakan kehamilannya ke dokter, maka baru ketahuan saat lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Proses kelahiran Siti dibantu dukun, jadi saya perkirakan selama hamil tidak pernah diperiksa. Dengan USG saja seharusnya bisa terdeteksi. Kalau hanya didengarkan saja ya tidak bisa,&quot; terang dr Rudi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti diberitakan detikHealth sebelumnya, Siti lahir dengan kelainan ectopia cordis atau jantung terbuka yang hanya terjadi pada 8 dari 1 juta kelahiran. Kondisi jantung Siti lebih langka lagi, karena posisinya benar-benar tidak tertutupi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orangtua keberatan jantung Siti difoto&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam jumpa pers tersebut, ayah Siti yang juga hadir, Khairudin memberikan pesan khusus kepada wartawan. Ia merasa keberatan jika anaknya ditampilkan di media dalam kondisi jantungnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ya kalau bisa, fotonya yang seperti ini saja,&quot; pinta Khairudin sambil menunjuk layar yang menampilkan gambar Siti dengan jantung terbungkus perban. (up/ir)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber  :  detikom</description>
<category>Uncategorized</category>
<pubDate>Saturday 24 2011 17:14:43</pubDate>
</item>

<item>
<title>24 Sep 2011 - Siti Arrahma, Bayi Yang Terlahir Dengan Jantung Di Luar Tubuh</title>
<link>http://holisticindonesia.com/detail-berita/41/siti-arrahma,-bayi-yang-terlahir-dengan-jantung-di-luar-tubuh</link>
<description>Betapa pilu kondisi bayi Siti Arrahma yang lahir dengan jantung di luar tubuh. Orang bisa melihat pergerakan detak jantung bayi usia 4 hari itu karena posisinya yang berada di dada. Diagnosa dokter sementara adalah extra cardiac, yaitu kelainan jantung bawaan lahir dengan organ jantung berada di luar rongga dada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bayi Siti Arrahma adalah anak pertama dari pasangan Khairudin (28 tahun) dan Diana (24 tahun) asal Muara Basung, Kec. Pinggir, Bengkalis, Riau. Lahir tanpa keluhan apa-apa, pasangan tersebut kaget ketika melihat putri mungilnya lahir dengan organ jantung berdetak di luar tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Awal lahir biasa saja, waktu hamil juga nggak ada keluhan apa-apan, cuma ya itu jantungnya di luar. Saya berharap anak saya bisa kembali normal dan sehat,&quot; ujar Khairudin, ayah Arrahma, saat dihubungi detikHealth, Jumat (16/9/2011).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siti Arrahma lahir secara spontan dengan bantuan dukun kampung terlatih pada 12 September 2011. &quot;Ini yang pertama di keluarga saya dan katanya juga pertama kali di Pekanbaru. Kita nggak ada yang pernah mengalami ini sebelumnya,&quot; jelas Khairudin, yang mengaku tak memiliki pekerjaan tetap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu lahir, keluarga langsung melarikannya ke RSU Duri untuk mendapatkan pertolongan. Tak sanggup menangani, bayi Arrahma dirujuk ke RS Umum Pekanbaru, namun karena kehabisan tempat kini Arrahma yang malang dirawat secara intensif di RS Islam Ibnu Sina, Pekanbaru, sejak 13 September 2011.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kondisi tanda vitalnya bagus dengan oksigen tekanan positif bagus. Cuma jantungnya berdetak di luar tubuh, terlahir dengan kondisi extra cardiac. Denyut jantungnya berkisar 120-140 kali per menit (normal untuk bayi yang baru lahir), dengan berat badan lahir 2,8 kg dan sekarang 2,75 kg. Bayi terlahir dengan panjang 48 cm,&quot; ujar Ides, Kepala Perawat Intensif RS Islam Ibnu Sina.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bayi Arrahma kini masih ditempatkan di tabung inkubator, dengan alat bantuan oksigen, infus dan organ jantung dibalut dengan kain kasa. Namun karena kasus ini merupakan yang pertama kali terjadi di Pekanbaru, Arrahma direncanakan akan dibawa ke RSJ Harapan Kita, Jakarta, untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&quot;Kondisinya stabil dan detak jantung juga normal, cuma ya di luar letaknya. Sekarang sudah ada 2 dokter dari poli bedah jantung RSJ Harapan Kita Jakarta yang datang. Hari ini rencana akan dievakuasi ke Jakarta, kita masih nunggu keputusan dokter,&quot; jelas Sarti Utama Dewi, Humas RS Islam Ibnu Sina, Pekanbaru. (mer/ir)&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
*Foto: dok. Doddy Vladimir dan Defizal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : detikom</description>
<category>Uncategorized</category>
<pubDate>Saturday 24 2011 17:08:53</pubDate>
</item>

<item>
<title>05 Jun 2011 - E Coli Menyerang Eropa Lewat Timun</title>
<link>http://holisticindonesia.com/detail-berita/39/e-coli-menyerang-eropa-lewat-timun</link>
<description>Sebanyak 16 orang di Eropa telah meninggal dan ratusan lainnya tengah dirawat di rumah sakit akibat infeksi bakteri serius. Ini tentunya menyebabkan rasa khawatir masyarakat, tak hanya Eropa, tapi juga dunia atas keamanan produk makanan yang dikonsumsi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti dikutip dari Shine (1/6), lebih dari 1.150 pasien di Jerman dan Swedia telah melaporkan gejala serius infeksi E.coli. Ditambah, kasus yang timbul di Prancis, Denmark, Inggris, Belanda, dan Swiss. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut seorang sumber yang merupakan seorang pejabat, infeksi ini disebabkan mentimun dari Spanyol. Meski begitu, penyelidikan akan terus dilaukan guna mengidentifikasi asal muasal timun yang tercemar bakteri E.coli yang telah di ekspor ke ke negara-negara Eropa lainnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Spanyol ditunjuk sebagai pihak yang bersalah, produksi timun negara itu pun dihentikan. Meski kecewa dan marah, para petani Spanyol pun terpaksa memenuhi aturan itu. Beberapa petani telah menghancurkan panen timun mereka, sedangkan yang lainnya berani menunjukkan kepada publik dengan memakan sendiri timun panen mereka sembari menyerukan adanya penyelidikan lebih lanjut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para peneliti mengatakan kaum yang kini paling riskan yakni para perempuan muda, Itu mungkin karena kini semakin banyak perempuan yang mulai makan makanan sehat. Padahal sebelumnya, kaum yang paling rentan adalah anak-anak dan lansia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wabah E.coli serupa pernah terjadi di Amerika pada 1994 dan 1995. Yang menjadi korban jiwa waktu itu yakni empat anak dan ratusan lainnya yang terinfeksi hamburger yang terkontaminasi di sebuah restoran cepat saji. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk itu, kini para ahli kesehatan mengingatkan masyarakat untuk benar-benar mencuci bersih sayuran seperti timun dan selada. Dan, segera cari bantuan medis jika Anda mengalami gejala terinfeksi E.coli. (Pri/OL-06) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : www.mediaindonesia.com </description>
<category>Uncategorized</category>
<pubDate>Sunday 05 2011 11:41:05</pubDate>
</item>

<item>
<title>22 May 2011 - MENKES RI Bertemu Menkes Cina Bilateral Raksasa Asia</title>
<link>http://holisticindonesia.com/detail-berita/38/menkes-ri-bertemu-menkes-cina-bilateral-raksasa-asia</link>
<description>Di sela-sela pertemuan World Health Assembly ke 64, Menteri Kesehatan RI dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kesehatan Republik Rakyat Cina tanggal 17 Mei 2011 di Jenewa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pertemuan bilateral dibahas kemungkinan kerjasama kesehatan &acirc;€śJoint Commitment tentang pengawasan obat-obatan yang beredar di kedua negara&acirc;€ť.&acirc;€&uml;&acirc;€&uml;Peningkatan kerjasama Badan POM Indonesia dengan State Food and Drugs Adminiatration Cina untuk Traditional Medicine&acirc;€ť; &acirc;€śPeningkatan kerjasama di bidang penelitian obat Tradisional&acirc;€ť, dan &acirc;€śPengembangan Sister Hospital untuk Transplantasi Hati&acirc;€ť.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&acirc;€&uml;&acirc;€&uml;Selain itu dalam pertemuan bilateral tersebut Menteri Kesehatan RI juga meminta dukungan Pemerintah Cina atas pencalonan Prof. Dr. Indroyono Soesilo sebagai calon Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO). Indroyono adalah doktor lulusan Universitas IOWA yang saat ini menjabat Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat.&Acirc;&nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&acirc;€&uml;&acirc;€&uml;Visi yang akan dijalankan Prof. Indroyono dalam memimpin FAO nantinya yaitu pangan harus tersedia, terjangkau/terbeli dan aman dari segi kesehatan dan kehalalannya. Adapun misi untuk mengurangi tingkat kelaparan dunia yaitu bantuan langsung kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat, dan memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR).&acirc;€&uml;&acirc;€&uml;&Acirc;&nbsp;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di akhir pertemuan tersebut Menkes RI mengundang Menkes Cina untuk melakukan kunjungan kerja ke Indonesia membahas lebih lanjut komitmen kerja sama dengan pemerintah Indonesia. &acirc;€&uml;&acirc;€&uml;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
World Health Assembly (WHA) ke 64 di Jenewa diselenggarakan&Acirc;&nbsp; pada tanggal 16 - 24 Mei 2011. Sidang kali ini bertema &acirc;€śPencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular&acirc;€ť. Dihadiri oleh 193 negara anggota seperti rilis yang diterima hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : kabarindo.com</description>
<category>Uncategorized</category>
<pubDate>Sunday 22 2011 13:03:39</pubDate>
</item>
</channel>
</rss>
